Categories
Main

Media Selektif Menumbuhkan Bakteri Menguntungkan

Soal manajemen, kata Adzim, prinsipnya sederhana, yaitu membuat udang nyaman tumbuh dan berkembang. Pekerja yang mengelola kolam juga harus nyaman dan semangat serta bertanggung jawab bekerja di tambak. Agar udang nyaman, kincir, pakan, serta obat-obatan harus cukup.

Jika tidak ada listrik PLN, kapasitas genset harus cukup dan ada pendukungnya. Pemilik 400 ha tambak di Kab. Luwu, Sulsel berbendera PT Arona Teluk Tomini itu memasang 70- 80 unit kincir buat 1 ha kolam. Setiap kolam memiliki panel kincir dan listrik. Untuk lahan tambak seluas 10 ha, ia menyediakan genset berkapasitas 2,5 MW. Kenyamanan bagi karyawan sebagai mitra kerja bisa dipenuhi dengan menghormati hak-haknya dan menyediakan fasilitas memadai, seperti membangun kantor administrasi yang nyaman dan berpendingin serta membuatkan mes karyawan yang layak dan sehat. Masyarakat sekitar pun memperoleh kenyamanan dengan merasakan manfaat kehadiran perusahaan.

Media Selektif

Dalam budidaya si bongkok, Adzim banyak berimprovisasi. Misalnya, pada siklus ke-20 ia berhasil memanen udang superbesar hingga size 9 dengan produksi 80 ton/ha. Lama budidaya 240 hari dan padat tebar 300 ekor/m2 . Dari sejumlah improvisasi, ia menemukan teknis budidaya udang dengan media selektif bakteri yang disebut juga teknologi budidaya udang semiflok/biosurfaktan. “Pada media selektif itu ditumbuhkan bakteri yang diinginkan dan mematikan bakteri yang tidak diinginkan,” urainya. Ia menambahkan, media selektif berbentuk seperti jel ini dikembangkan temannya di Surabaya, Jatim. Meski belum diproduksi se cara masal, na mun sudah dipa sar kan secara terbatas kepada pembudidaya yang berminat mengaplikasikannya. Selain itu, Adzim menggunakan probiotik dari PT Long man Indo Nusan tara berben tuk bu buk de ngan dosis 10 ppm. Probiotik digunakan untuk meng uraikan ba han or ganik, men cegah pembusukan da sar tambak, menstabilkan kualitas air, memperkecil biological oxygen demand (BOD).

Probiotik dikultur dengan dedak dan media selektif. Penggunaan media selektif membuat bakteri yang diinginkan saja yang tumbuh dan berkembang, seperti bacillus. Ia tidak menggunakan gula dan molase karena membuat pertumbuhan bakteri patogen tidak terkontrol. Bakteri hasil kultur diaplikasikan pada malam hari sehingga parameter air kolam lebih stabil. Berdasarkan pengalamannya, berbagai parameter air drop (jatuh) pada usia 40- 60 hari budidaya. Seperti, terjadi goncang an parameter air karena ketidakseimbangan plankton yang siklus hidupnya pendek. Untuk menstabilkan plankton, ia menaburkan pupuk Za dan mengganti air.

Ketidakstabilan plankton, lanjutnya, berdampak pada homogenitas oksigen dan suhu air. Adzim tidak melakukan sifon karena bisa menyebarkan gas H2S dari dalam lum pur. Sementara, keberadaan cang kang udang di dasar kolam tidak perlu dikhawatirkan karena berfungsi menahan penyakit udang. Kecuali, jika cang kang menutup lubang pembuangan ma ka kotoran limbah padat tidak bisa keluar. Pembuangan kotoran harus diatur karena jika terlalu banyak membuang kotoran, unsur hara jadi minim sehingga plankton kekurangan makanan.